Bukit Jamur Bengkayang

AS

West Borneo

Alam Kalimantan

Terima kasih Tuhan untuk anugerah ini

Merah Putih

Bhinneka Tunggal Ika

Bersatu dalam keberagaman

Alam Indonesia yang indah

Selasa, 03 Desember 2019

IBU BUMI AKU SIAP BERBAKTI



Buku ini berisi kumpulan perjalanan hidup dari kecil sampai sekarang ini. Dilengkapi foto yang menarik dan inspiratif. Direkomendasikan untuk para pendidik,siswa, masyarakat, pelayan rakyat, aktivis dan generasi muda agar sejak dini terbiasa menulis buku otobiografi. Sejarah harus ditulis, dibukukan. Karena sekali lagi setiap individu adalah agen pembuat sejarah tersebut.
Buku ini menawarkan sebuah pemahaman yang menawan agar kita mau belajar terus menerus dalam setiap kehidupan kita bahkan ketika kita mengalami kesulitan dan kegagalan.Kita juga harus sadar bahwa perlu menerapkan hidup sehat sehari-hari. Kita harus saling mengingatkan, satu sama lain terlebih para pemimpin dunia,para investor dan seluruh warga dunia untuk memikirkan secara bersama-sama gerakan pendidikan pelestarian lingkungan hidup.Bukan hanya slogan tetapi sungguh-sungguh tulus ikhlas tanpa paksaan,namun mesti berangkat dari nilai moral iman akan Sang Pencipta,bahwa merawat bumi berarti merawat karya sang Pencipta Alam. Sekali lagi bumi adalah rumah besar yang dihuni oleh seluruh makhluk ciptaan manusia. Dengan demikian semuanya memiliki tanggungjawab untuk menjadi pengerak,penggalang dan pendukung kegiatan pelestarikan lingkungan hidup yang ada di Indonesia. Semoga bermanfaat bagi para  pendidik,siswa, masyarakat, pelayan rakyat, aktivis dan generasi muda penerus perjuangan bangsa.
BUKU ini akan dilaunching pada tanggal 15 Februari 2020 di Auditorium UNTAN Pontianak.

Jumat, 20 September 2019

KEBERSIHAN SEBAGIAN DARI IMAN

Kebersihan adalah sebagian dari iman, itulah motto yang terus didengung-dengungkan di dalam dunia pendidikan maupun dalam instansi terkait. Tapi kadang kita selalu bertanya dengan motto di atas jika kita menjumpai kehancuran lingkungan hidup dan juga menemukan sampah berserakan di mana-mana.

Lalu siapa yang harus bertanggung jawab dengan lingkungan yang seperti ini.Sebenarnya yang bertanggungjawab itu siapa? Departemen pendidikankah? Departemen agamakah? Departemen Lingkungan hidupkah ?Gubernurkah atau siapa ?
Dunia pendidikan sudah pasti yang terdahulu mengajarkan sikap harus menjaga kebersihan di lingkungan sekolah. Tapi prilaku tersebut kadang hanya bergaung dalam lingkungan sekolah saja. Ketika sudah hidup dalam masyarakat, biasanya motto kebersihan ibarat tinggal kenangan, datang dan pergi tanpa ada bekas satupun di dalamnya. Selain itu siswa-siswi lebih banyak menghabiskan waktu mereka dalam kehidupan social. Jika menjumpai kehidupan social yang kumuh dan suka membuang sampah sembarangan, biasanya mereka jadi terjerumus dan ikut jadi pelaku membuang sampah di lingkungan sosial tersebut .Prilaku tersebut dianggap wajar karena tidak ada sangsi dan tidak adanya hukum yg mengatur semua itu. Makanya dunia pendidikan tidak mampu juga mengatasi masalah seperti ini.

Dengan prinsip Kebersihan sebagian dari Iman sebenarnya sudah bisa diterapkan dalam prilaku manusia orang perorangan. Tapi lucunya kebersihan itu ibarat simbol belaka tanpa ada tindakan yang nyata. Kerap kali kita sering berbicara kebersihan, tapi prakteknya kebanyakan adalah sulit mengaktualisasikannya dengan baik. Untuk memulai prilaku kebersihan sebagian dari iman memang perlu bekerjasama dengan berbagai pihak. Menerapkan prilaku ini diperlukan keikut sertaan penegak hukum dan pembuat kebijakan agar mau mewujudkan cita-cita ini secara bersama-sama. Semua harus dimulai dalam diri pribadi manusia.

Hukum sangat berperan penting dalam prilaku kehidupan manusia. Banyak contoh prilaku yang awalnya dibentuk oleh hukum dan diterapkan secara orang perorangan lalu diikuti secara social dan akhirnya menjadi budaya. Contohnya saja:
1. Berjalan di sebelah kiri :
Awalnya berjalan di sebelah kiri, merupakan tata tertib lalu lintas. Penegak hukum selalu menganjurkan kepada pemakai jalan agar tertib dan berjalan di sebelah kiri. Peraturan ini lama-kelamaan diikuti secara sosial oleh masyarakat Indonesia. Dan sekarang tanpa di suruhpun, para penguna jalan akan merasa aman dan nyaman berjalan di sebelah kiri. Prilaku perorangan ini sekarang sudah menjadi prilaku sosial dan menjadi budaya masyarakat Indonesia.
2. Kebiasaan antri :
Di Bank, Mall, Supermarket budaya antri sudah mulai diterapkan. Awalnya budaya antri ini merupakan tata tertib yang ada di tempat tersebut. Untuk membiasakan budaya antri, biasanya petugas memasang tali dan menempatkan sejumlah satpam untuk memantau keamanan dan ketertiban. Kini lama kelamaan budaya antri ini sudah menjadi kebiasaan orang jika berada di bank atau mall.
Kebiasaan-kebiasaan yang diatur oleh hukum memang tidak semuanya berhasil diterapkan dalam masyarakat. Masih banyak prilaku-prilaku yang kadang sudah diatur oleh hukum tapi selalu saja dilanggar oleh masyarakat. Contohnya saja ngebut di jalan raya, merokok tidak pada tempatnya dsb.

Membuang sampah pada tempatnya sampai sekarang dianggap prilaku yang tidak menyimpang serta dianggap wajar oleh sebagian masyarakat. Maka tidak heran pembiaran prilaku ini telah mengakibatkan pemandangan sampah dan bau busuk sampah di sudut-sudut jalan. Kadang pemerintah berusaha memberi peringatan pada masyarakat tapi tidak ada hasilnya.Masih saja ditemukan gundukan sampah yang dibuang sembarangan oleh masyarakat. Memang sulit diberantas prilaku membuang sampah sembarangan karena hal itu, ibarat BAKTERI atau VIRUS menular yang awalnya dilakukan dalam keluarga dan diikuti orang lain, terus diikuti lagi oleh RT/RW, menular lagi ke kelurahan, kecamatan, kabupaten, provinsi. Juga tidak adanya hukum yang mengatur prilaku masyarakat orang perorangan ini telah membuat prilaku ini dianggap wajar dan diikuti yang lainnya. Kira-kira itulah tradisi dalam masyarakat yang akhirnya mengakibatkan gundukan sampah di mana-mana.

Kebersihan sebagian dari Iman , siapakah yang harus berperan serta dalam penerapan prilaku tersebut? Kalau tugas Departemen agama atau instansi agama, rasanya tidak cocok sama sekali. Yang sedikit bisa mengatur prilaku manusia soal kebersihan memang diharapkan penegak hukum bekerjasama dengan departemen lingkungan hidup. Departemen lingkungan hidup sangat berperann penting agar bisa membentuk prilaku masyarakat yang cinta kebersihan dan prilaku tidak membuang sampah sembarangan. Maka prilaku yang diterapkan kepada pribadi per pribadi ini lama-kelamaan bisa menular satu dengan yang lain menjadi prilaku yang sadar akan kebersihan dan juga menjadi budaya KEBERSIHAN SEBAGIAN DARI IMAN. Semoga saja ini bisa menjadi cita-cita bersama.

Jumat, 17 Mei 2019

LAW OF PROJECTION

Law of projection sebuah konsep dari Golden Shadow Miracle (GSM). Sebuah hukum tentang proyeksi pikiran. Cara mengendalikan pikiran untuk memperbaiki nasib kita. Dengan kata lain apapun yang kita pikirkan itulah yang kita proyeksikan dan itu pula yang akan terjadi. 
Tanpa kita sadari setiap hari akal kita menghasilkan 60.000 pikiran . Dimana proyeksi dari pikiran - pikiran tersebut akan menentukan bagaimana keadaan hidup kita.
Apabila didominasi oleh pikiran yang buruk maka buruklah keadaan kita, sebaliknya bila didominasi oleh pikiran baik maka baiklah nasib kita.
Ilustrasinya sebagai berikut, seperti sebuah proyektor yang menampilkan gambar dilayar, Gambar dilayar adalah nasib hidup kita. Dimana pada dasarnya gambar tersebut berasal dari komputer yang tersambung . Komputer tersebut adalah pikiran kita. Gambar akan berganti bila kita merubah gambar di komputer.
Contoh sedehananya lagi adalah seperti ini :
Jika anda pernah melihat orang presentasi, perangkat yang dibutuhkan adalah :
1. Laptop = Pikiran
2. Proyektor = Nasib kita hasil pikiran
Apapun yang kita klik di laptop, juga akan tampil di layar proyektor, hasilnya sama persis. Demikian juga nasib kita , Akan berganti apabila kita merubah pikiran ( mindset ) di otak kita.
Setelah mengerti tentang hukum Law Of Projection ini maka kita harus lebih berhati-hati dalam menjaga pikiran kita, jangan sampai berfikir tentang hal-hal buruk yang akan mempengaruhi proyeksi pikiran kita.
Memang tidak mudah bagi kebanyakan orang untuk konsisten menjaga pikirannya agar selalu berpikiran yang positif, termasuk mungkin salah satunya adalah kita, sehingga kita bernasib tidak sama seperti yang kita impikan, padahal di luar sana banyak yang dengan mudahnya mewujudkan impian mereka karena mereka faham akan ilmunya.
Salah satu cara untuk konsisten berpikir positif adalah dengan menggambar hal-hal yang positif, tentu tidak sembarang menggambar karena jika ada kesalahan maka bisa berakibat kurang baik terhadap kehidupan kita. Dan sedikit orang yang tahu bahwa manusia bisa menggambar nasib, tentunya menggambar nasibnya ini adalah salah satu bentuk DOA-DOA Positif.
#kamiinginkreatifdaninovatif
#kamiinginmemajukanpariwisatakalbar
#kamibhinnekatunggalika
#kamipancasila
#kamicintadamai
#kalbardamai
#kalbartanahkeramat
#kalbartanahsuci
#kalbarrumahkita
#pemudainovatif
#tebarkankedamaian
#kalbartanpabencana
#kalbarmaju

Jumat, 08 Februari 2019

Masjid 'Maria, Bunda Isa' Simbol Toleransi di Uni Emirat Arab

Liputan6.com, Abu Dhabi - Awalnya rumah ibadah yang terletak di Distrik Al Mushrif, Abu Dhabi bernama Masjid Shaikh Mohammad Bin Zayed.
Namun, sejak Rabu, 14 Juni 2017, bertepatan dengan hari ke-19 Ramadan, namanya berubah menjadi Mariam, Umm Eisa -- Masjid Maria, Bunda Isa. Dalam ajaran Nasrani, Isa adalah Yesus.
Perubahan nama tersebut dilakukan atas permintaan Putra Mahkota Abu Dhabi sekaligus Deputi Komandan Angkatan Militer Uni Emirat Arab, Shaikh Mohammad Bin Zayed Al Nahyan.
Seperti dikutip dari Gulf News, Jumat (16/6/2017), ada tujuan mulia di balik pergantian nama tersebut, yakni untuk mengeratkan hubungan kemanusiaan antar-pemeluk agama. 
"Inisiatif tersebut memberi teladan yang mencerahkan, sekaligus mencerminkan keindahan toleransi, di mana antar-umat beragama hidup saling berdampingan di Uni Emirat Arab," kata Menteri Toleransi UEA, Shaikha Lubna Al Qasim.
Mohammad Mattar Al Kaabi, Kepala Badan Urusan Islam dan Wakaf juga menyambut baik inisiatif itu. Ia mengatakan, sejak era kekuasaan Emir Zayed Bin Sultan Al Nahyan, toleransi terus terjaga. 
Para pemeluk keyakinan yang berbeda-beda pun hidup rukun dan damai. "Ini didasarkan pada keadilan dan persaudaraan di antara semua orang yang tinggal di Uni Emirat Arab," kata Al Kaabi.
Masjid Mariam, Umm Eisa hanya berjarak beberapa langkah dari Gereja Anglikan St Andrews.  
Pendeta senior gereja tersebut, Andrew Thompson menyambut baik upaya untuk memupuk toleransi tersebut. 

"Maria, Bunda Yesus, adalah sosok suci, yang istimewa. Ia adalah simbol ketaatan pada Tuhan. 
Thompson berharap, kesepahaman antar-umat beragama di Uni Emirat Arab, khususnya Muslim dan Kristen kian meningkat. 
Di tengah konflik sektarian dan konflik di level regional, bahkan dunia, Uni Emirat Arab berupaya meningkatkan toleransi terhadap pemeluk agama lain.
"Kami merasa tergugah dan merasa diberkati menjadi bagian dari bangsa ini," kata pendeta senior Gereja Komunitas Evangelical, Jeramie Rinne.
Pemimpin Katolik, Uskup Paul Hinder, sekaligus kepala Vikariat Apostolik di Arabia Selatan juga menyambut baik pergantian nama tersebut.
"Putra mahkota akan memberi kontribusi pada perdamaian dan saling pengertian, tidak hanya di negara ini, tapi juga di seluruh wilayah regional."

Uni Emirat baru berusia 45 tahun. Belakangan angin perubahan berembus di negara yang berdiri sejak 1972 itu.
Negara federasi yang terdiri atas tujuh emirat yang kaya akan minyak bumi -- Abu Dhabi, Ajman, Dubai, Fujairah, Ras al-Khaimah, Sharjah dan Umm al-Qaiwain -- kian gencar mempromosikan keberagaman dan toleransi.
Mereka yang menentang kebijakan itu, menghadapi risiko penangkapan bahkan penahanan.
Sejak Februari 2016, Pemerintah Uni Emirat Arab membentuk Kementerian Toleransi. Shaikha Lubna Al Qasim menjadi menterinya.
"Pada 2016 kami membuka Kementerian Toleransi disamping Kementerian Kebahagiaan yang sudah ada terlebih dulu. Tujuannya adalah mempromosikan toleransi sebagai nilai dasar hidup bermasyarakat di Uni Emirat Arab," jelas Pemimpin Dubai, Shaikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum seperti dikutip dari Newsweek. 
Program Toleransi Nasional yang digalakkan didasarkan atas tujuh pilar: Islam, konstitusi, warisan Zayed dan etika Uni Emirat Arab, konvensi internasional, arkeologi dan sejarah, kemanusiaan, dan nilai-nilai bersama.
Selain Muslim, umat beragama lain juga berpartisipasi dalam mempromosikan toleransi.
Misalnya, pada pekan lalu, sebuah gereja di Al Ain membuka pintunya untuk umat Islam yang tak punya tempat untuk salat Magrib.
Para pengelola gereja menggelar karpet di lantai kayu agar lebih dari 200 Muslim dari Asia bisa melaksanakan ibadah salat.
Setelah mendengar kabar tersebut, beberapa pejabat senior Emirat mendatangi gereja itu, untuk menyampaikan penghargaan.
"Ini adalah kali pertama, setidaknya di UEA, sebuah gereja membuka pintunya untuk menjadi tempat salat umat Muslim," kata Bobin Skariya, pekerja di Katedral Simhasana Ortodoks St. George Jacobite Suriah.
Tahun ini, World Happiness Report menempatkan Uni Emirat Arab di atas Brasil, Prancis, dan Spanyol dalam hal kebahagiaan.

sumber : https://www.liputan6.com/global/read/2992885/masjid-maria-bunda-isa-simbol-toleransi-di-uni-emirat-arab

Rabu, 30 Januari 2019

Inilah 8 Alasan Kenapa Den Mark Dianggap Makmur

Tentu setiap orang ingin hidup bahagia, dengan semua kebutuhan dasar terpenuhi. Ini adalah mimpi semua negara-bangsa di dunia. Tetapi hanya sedikit yang mendekatinya.
Salah satunya adalah Denmark. Negara anggota Skandinavia ini sering menempati urutan teratas negara-negara makmur di dunia. Mengungguli Amerika Serikat dan negara-negara besar Eropa (Perancis, Inggris, Jerman, dan lain-lain).
Inilah 8 alasannya:
Pertama, pekerja menganggur di Denmark dibayar 90 persen dari gajinya selama dua tahun.
Denmark punya kebijakan jaring pengaman sosial paling luar biasa terhadap pekerja menganggur. Di sana setiap pekerja menganggur yang sudah bekerja selama 52 minggu dalam 3 tahun berhak dibayar 90 persen dari gajinya selama 2 tahun. Tidak hanya itu, pemerintah Denmark juga punya banyak program pelatihan kerja. Alhasil, 73 persen dari orang Denmark usia 15-24 punya pekerjaan bergaji. Bandingkan dengan Amerika Serikat yang hanya punya 63 persen.
Kedua, Denmark masuk Negara terbahagia di dunia
Dalam daftar negara paling bahagia di dunia, Denmark selalu menempati urutan teratas. Sedangkan Amerika Serikat menempati peringkat ke-15. Lalu, negara kita tercinta, Indonesia, hanya menempati urutan ke-74.
Rangkingisasi negara paling bahagia di dunia ini menggunakan sejumlah tolak ukur, seperti angka harapan hidup, PDB, jaring pengaman sosial, tingkat korupsi, dan kekebasan dalam menentukan pilihan.
Ketiga, waktu kerja perminggu sangat pendek
Denmark termasuk negara yang cukup memperhatikan keseimbangan hidup dan bekerja. Orang Denmark rata-rata hanya bekerja 36 jam per minggu, dengan gaji 46.000 dollar AS per tahun. Sudah begitu, pekerja Denmark punya hak 5 minggu berlibur per tahun. Dan gajinya tetap dibayar.
Bandingkan dengan AS. Rata-rata orang bekerja di AS selama 47 jam per minggu. Setiap tahunnya pekerja di AS hanya mendapat jatah 16 hari untuk berlibur. Sedangkan orang Indonesia bekerja rata-rata 40 jam per minggu.
Keempat, mahasiswa dibayar 900 dollar AS per bulan untuk menghadiri kuliah
Mahasiswa di banyak negara, termasuk Indonesia, bermimpi bisa kuliah gratis. Itupun mimpi yang sangat sulit terjadi. Nah, di Denmark, kuliah bukan hanya gratis, tetapi mahasiswa dibayar 900 dollar AS agar kuliah. Asalkan, mahasiswa ini tinggal sendiri (tidak dengan orang tua). Biasanya, uang itu diberikan per enam bulan sekali.
Bandingkan dengan AS. Di negeri paman sam ini, mahasiswa harus membayar 31.000 dollar AS per tahun untuk kuliah di kampus swasta. Sementara biaya kuliah di Universitas publik berkisar 22.000 dollas AS per tahun.
Kelima, pendapatan perkapita tertinggi di dunia
Di Denmark, para pekerja hidup dengan gaji yang melebihi kebutuhan pokok. Pendapatan perkapita Denmark termasuk tertinggi di dunia, yaitu 60,634 dollar AS. Lebih tinggi 5000 dollar AS dibanding Amerika Serikat. Sedangkan Indonesia hanya 3.491 dollar AS.
Keenam, tingkat kemiskinan terendah di dunia
Tingkat kemiskinan di Denmark terbilang sangat rendah. Bahkan termasuk yang terendah di dunia. Tingkat kemiskinan di Denmark hanya 6 persen. Bandingkan dengan negara-negara OECD yang mencapai 13 persen. Atau dengan Amerika Serikat yang mencapai 14,5 persen.
Ketujuh, hak cuti melahirkan selama 52 minggu
Pemerintah Denmark memberikan hak cuti selama 52 minggu kepada pasangan yang baru punya anak. Dan ingat, gaji mereka tetap dibayar penuh (pekerja sektor publik). Disamping itu, Ibu melahirkan berhak atas cuti selama 4 minggu sebelum melahirkan dan 14 minggu setelah melahirkan. Sedangkan si bapak punya waktu cuti 2 minggu pasca kelahiran anaknya.
Kedelapan, tingkat ketimpangan pendapatan sangat rendah
Tingkat ketimpangan pendapatan di Denmark termasuk yang terendah di dunia. Rasio gini negara berpenduduk 5,6 juta jiwa ini hanya 0,25. Bandingkan dengan AS yang mencapai 0,46 atau Indonesia yang sudah mendekati 0,42.
***
Untuk diketahui, Denmark ini menerapkan model ekonomi yang disebut “Model Nordic”, yang mengkombinasikan antara ekonomi pasar dan negara kesejahteraan (welfare state). Ini ditandai dengan program kesejahteraan/sosial yang kuat, pajak untuk membiayai program sosial, kesempatan kerja penuh, dan peran serikat buruh yang kuat (lebih 70 persen pekerja denmark anggota serikat buruh).

Jumat, 11 Januari 2019

Sang Bangsawan Italia,Pendiri Tarekat Pasionis

Kongregasi Suster Pasionis Santo Paulus dari Salib didirikan oleh Maria Magdalena Frescobaldi Capponi pada tanggal 17 Maret 1815 di Firenze, Toscana, Italia Tengah. Maria Magdalena adalah bangsawan Italia.Dengan dukungan Paus Pius VII, Ibu Magdalena mendirikan sebuah Ritiro (rumah retret) bagi para pemudi yang ingin bertobat dan kembali kepada Allah.
Maria Magdalena Frescobaldi

Di Inggris, Suster Pasionis didirikan pada tahun 1850 oleh Pastor Gaudentius Rossi, imam Pasionis perintis di sana, sebagai wadah untuk membantu para gadis buruh pabrik. Pada mulanya, mereka disebut "Suster-Suster Keluarga Kudus", dan kemudian ikut masuk juga dalam keluarga besar Pasionis. Ibu Pemimpin yang pertamanya ialah Ibu Mary Joseph Prout.
Karya kerasulan Suster Pasionis di Indonesia ada dalam beberapa bidang. Di bidang pendidikan, ada sekolah umum, kursus, asrama, panti asuhan, serta pelayanan. Di bidang kesehatan mereka melayani rumah sakit dan rumah jompo. Di bidang pewartaan, mereka mengadakan kegiatan pastoral (mendukung tugas-tugas para imam) dan katekese untuk umat paroki, stasi, keluarga, serta rumah retret. Kini suster Pasionis tersebar di seluruh dunia dan Indonesia. Pusat utama Kongregasi Pasionis di Indonesia ada di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.Kemudian beralih di Malang,Jawa Timur.


Selasa, 10 Juli 2018

Transformasi 2020 Untuk KALBAR Baru,Maju Dan Sejahtera

1. KALBAR GLOBAL: Pembangunan SDM masyarakat local yang berkualitas,berprestasi,kreatif dan inovatif di tingkat Internasional.
2. KALBAR NASIONAL: Pembangunan SDM masyarakat local yang berkualitas,berprestasi,kreatif dan inovatif di tingkat Nasional.
3. KALBAR LOKAL : Pembangunan SDM masyarakat local yang berkualitas,berprestasi,kreatif dan inovatif di segala bidang.
4. KALBAR HIJAU : Pola menjaga lingkungan hidup dengan gerakan menanam pohon dan menjaga sungai-sungai.
5. KALBAR BERPRESTASI : Lahirnya tokoh-tokoh yang jujur,baik dan patut diteladani oleh masyarakat banyak.Terangkatnya sosok negarawan, agama,aktivis olahraga, pendidik, pelatih, staf, individu dsb
6. KALBAR SPIRIT: Semangat di dalam hidup yang dapat menjadi inspirasi, motivasi dan menggugah semangat melayani masyarakat yang miskin,sakit,terjatuh,tertindas dan terpingirkan.
7. KALBAR LIFESTYLE : Pola hidup,pola olahraga,pola konsumsi herbal menuju kalbar sehat.
8. KALBAR KREATIVITAS : Dunia fotografi,otomotif,sastra daerah,cerpen,komik,karikatur,seni dan budaya dsb.

Jumat, 08 Juni 2018

Bahasa Indonesia Berpeluang Menjadi Bahasa Internasional

Bahasa dan tulisan-tulisan yang membingungkan akankah punah seiring berjalannya waktu?Jawabannya bisa ya,bisa juga tidak.Bagaimana dengan bahasa Indonesia?Tentu bahasa Indonesia tidak akan punah karena bahasa Indonesia tidak sulit dipelajari,bahasa Indonesia memiliki tingkatan kata yang mudah dimengerti. Bahasa Indonesia berpeluang menjadi bahasa Internasional .
Bahasa adalah alat untuk berkomunikasi melalui lisan (bahasa primer) dan tulisan (bahasa sekunder). Berkomunikasi melalui lisan (dihasilkan oleh alat ucap manusia), yaitu dalam bentuk simbol bunyi, dimana setiap simbol bunyi memiliki ciri khas tersendiri. Tulisan adalah susunan dari simbol (huruf) yang dirangkai menjadi kata bermakna dan dituliskan.
Saya setuju bahwa bahasa Indonesia berpeluang menjadi bahasa Internasional. Alasannya karena bahasa Indonesia banyak dipelajari oleh warga negara asing.Indikasi mulai diterimanya bahasa Indonesia dalam pergaulan internasional adalah tingginya minat warga asing mempelajari bahasa Indonesia di pusat pembelajaran bahasa Indonesia di negara mereka. Contohnya di negara-negara besar seperti Eropa, Jepang, Amerika Serikat, Korea Selatan, Mesir, Italia, Vietnam dan Rusia. Bahkan di Kota Ho Chi Minh, Vietnam, bahasa Indonesia menjadi bahasa ke-dua dan telah diumumkan secara resmi oleh pemerintah kota tersebut sejak Desember 2007 yang setara dengan bahasa Inggris, Perancis dan Jepang.
Ayo…kita belajar bahasa dan sastra Indonesia. Kita Indonesia.Kita harus cinta bahasa dan sastra Indonesia.

Selasa, 22 Mei 2018

Adakah Alkitab Versi Islam?


Adakah Injil versi Kristen atau Injil versi Islam? Di manakah Injil versi Islam? Telah sekian puluh tahun saya membaca Injil, saya tidak pernah menemukan Injil versi di atas!
Secara harfiah, Injil berarti 'kabar baik.' Namun Injil yang tertulis dikenal juga sebagai Perjanjian Baru. Injil ini sudah ada ratusan tahun sebelum Muhammad lahir. Dan Muhammad sendiri tahu tentang Injil ini. Ketika agama Islam lahir, Injil sudah diedarkan selama 500 tahun. Dan Injil yang sama, adalah Injil yang digunakan oleh orang Kristen pada saat ini. 

Bagaimana dengan Injil Barnabas? Walau umumnya orang Islam menganggap bahwa Injil Barnabas adalah Injil Yesus yang benar, namun kami katakan, bahwa Injil Barnabas bukan Injil yang benar.  Karangan ini baru diketahui kurang lebih tahun 1300 AD. Terdapat cukup banyak ayat yang bertentangan dengan Al-Quran dan Perjanjian Baru. Bahkan karangan ini mengajarkan bahwa Muhammad adalah Al-Masih, walaupun Al-Quran mengajarkan Yesus adalah Al-Masih. 


Al-Quran, Muhammad, dan Injil

Umat Muslim percaya Al-Quran telah menyempurnakan kitab-kitab sebelumnya. Sehingga mereka tidak perlu lagi beriman kepada kitab-kitab sebelum Al-Quran. Selain itu, umat Muslim juga percaya bahwa kitab-kitab sebelumnya telah dirubah sehingga tidak layak untuk dipercaya.
Sayangnya pandangan tersebut bertentangan dengan ayat-ayat Al-Quran. Qs 4:136 misalnya, mengharuskan umat Muslim untuk tetap beriman kepada kitab-kitab yang telah Allah berikan. Lagi dikatakan dalam Qs 5:46 bahwa, “Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa”
Al-Quran juga memberi perintah langsung kepada Muhammad untuk bertanya kepada orang-orang yang telah membaca Alkitab mengenai wahyu yang diterimanya. “Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu” (Qs 10:94).
Al-Quran dengan jelas mengatakan bahwa dalam Injil dan Taurat terdapat petunjuk dan pengajaran dari Allah. Demikian halnya dengan Muhammad, dia diperintah untuk bertanya kepada orang-orang yang telah membaca Alkitab. Bagaimana dengan Anda, masihkah saudara menutup hati atas kebenaran yang terdapat dalam Alkitab?


Terdapat Injil Dalam Bahasa Arab

Injil, bahkan seluruh Alkitab, telah diterjemahkan dalam Bahasa Arab. Pengikut-pengikut Isa Al-Masih percaya bahwa seharusnya setiap orang dapat membaca, mendengar, dan mengerti Injil dalam bahasanya sendiri. Satu-satunya cara adalah membaca Injil dalam bahasa ibu mereka.
Bila seseorang membaca bahkan mendengar Injil dalam bahasa yang tidak dimengerti, maka kecil kemungkinan dia dapat mengerti dan memahami apa yang dibacanya. Namun, bila dia membaca Injil dalam bahasa ibu, maka dia akan dapat memahami bahwa dalam Injil terdapat kebenaran. Itulah sebabnya Injil diterjemahkan dalam bahasa Arab. Sehingga orang-orang yang berbahasa Arab, dapat membaca Injil dalam bahasanya sendiri.


Tuhan Allah Tidak Terbatas oleh Bahasa!

Tuhan Allah tidak terbatas pada satu bahasa saja. Dia adalah Allah yang Mahatahu dan dapat mengerti semua bahasa! Tuhan Allah rindu agar kita datang kepada-Nya dengan memakai bahasa ibu kita.
Ketika kita datang dan berbicara kepada-Nya dalam bahasa ibu, itulah saat dimana kita sesungguhnya mengerti akan Dia. Dan membuat kita dapat berbicara dengan-Nya dari hati ke hati, layaknya seorang Bapa kepada anaknya.


Berita Injil untuk Semua Orang
Berita Injil bukan untuk bangsa atau suku tertentu. Berita Injil ditujukan bagi semua orang. Allah rindu agar semua orang dapat mengerti Injil dengan baik. Sehingga dengan demikian, mereka dapat mengenal Dia melalui Isa Al-Masih. Firman Allah berkata, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya [Isa Al-Masih] yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).
Allah telah mengutus Kalimat-Nya, yaitu Isa Al-Masih, untuk datang ke dunia, dan wafat di salib. Melalui penyaliban-Nya, Dia ingin menebus setiap manusia dari dosa dan memberi hidup kekal kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya.


Sumber : http://www.isadanalquran.com/Al-Maidah-546/adakah-versi-injil-bahasa-arab

Rabu, 01 Maret 2017

Pembimbing Majalah Sekolah Autodidak

Tina nama lengkapnya Agustina  dari  Pal 20 Ngabang, Kab. Landak , sebagai anak bungsu yang ke-7 dari tujuh bersaudara. Agustina adalah seorang autodidak, artinya menjadi penulis dan pembimbing karena sering mengikuti beberapa kursus non-gelar. Pembimbing Buletin Varia  yang pernah menjadi admin dan teknisi di toko komputer NY Computer, sekarang  bekerja di Laboratorium Bahasa SMA Santo Paulus Pontianak. Selain bekerja di laboratorium, sekaligus menjadi pembimbing ekskul  buletin Varia SMA Santo Paulus.



       Pengalaman menulis dan kecintaan Tina di bidang IT membuat dia sering mengirimkan berita di berbagai media lokal di Pontianak (Borneo Tribune, Pontianak Post, DUTA). Sejak tahun 2006, Tina banyak belajar secara autodidak ketika pernah magang menjadi staf perbantuan di DPD RI Kalimantan Barat di Jalan Gatot Subroto Senayan berdasarkan rekomendasi Maria Goreti,S.Sos,M.Si anggota DPD RI utusan Kalimantan Barat B-78 di tahun 2006.    Selama menjadi pembimbing buletin sekolah “ saya merasa sayang dibuang atau dibuang sayang apabila kegiatan yang ada di SMA Santo Paulus  hilang begitu saja tanpa dokumentasi. Saya juga ingat bahwa kitalah sebagai pembuat sejarah. Sejarah harus ditulis, dibukukan. Karena sekali lagi setiap individu adalah agen pembuat sejarah tersebut. Untuk itulah saya memberanikan diri mengambil peran mengumpulkan dokumentasi berupa foto-foto yang sudah berkisar ribuan tersebut, saya pilah dan pilih kedalam  dan akhirnya menjadi cetakan buletin sekolah yang sederhana. “ Itulah ungkapan Agustina kepada semua anggota ekskul Varia. “ Semoga bermanfaat bagi para  pendidik dan siswa yang ada di SMA Santo Paulus Pontiaanak, masyarakat, pelayan rakyat, aktivis dan generasi muda penerus perjuangan bangsa, “ imbuhnya.

Rabu, 23 November 2016

Asah Bakat Menulis Sejak Dini

 Varia adalah nama sebuah buletin yang digawangi oleh siswa-siswi SMA St Paulus. Tahun Ajaran 2014/2015 ini, awak redaksi Varia berjumlah 30 orang. Mereka adalah siswa kelas X sampai XII yang punya minat di bidang menulis. “Ada yang bertugas meliput acara-acara sekolah, ada yang bertugas memotret, ada yang bertugas mengedit, dan ada yang bertugas layout. Jadi masing-masing sudah tahu tugasnya,” jelas Ketua Redaksi Varia, Zhazha Litina. Siswi kelas XII IPA ini mengisahkan, pekerjaan berat yang sudah jadi santapan wajibnya jelang Varia terbit adalah mengumpulkan berita dari rekan-rekannya. Ia menyebut sebagai pekerjaan berat karena di saat itulah ia ditantang untuk mengedit tulisan rekan-rekan sendiri. “Ada tulisan yang sudah bagus, ada juga yang masih mentah sehingga saya harus bekerja keras untuk mengedit. Saya juga sadar bahwa di situlah saya bisa belajar soal tulis menulis yang baik dan benar,” ujar penyuka novel dan cerita pendek ini. Imbas lanjutnya ialah ia harus menyediakan banyak waktu untuk proses edit. Kadang ia lembur hingga malam di sekolah. Atau, ia akan membawa pulang sebagian naskah untuk dikerjakan di rumah. Namun, rasa lelah berubah sumringah kala Varia telah terbit. Katanya, “Senang sekali kalau sudah terbit dan teman-teman mau membacanya. Artinya, karya saya dan teman-teman di Varia dihargai.” Arena Praktik Guru Pendamping Varia, Agustina, menuturkan bahwa Varia semacam arena praktik untuk siswa-siswi St Paulus. Varia merupakan bagian dari salah satu kegiatan ekstrakurikuler (Ekskul) sekolah. “Di kelas siswa-siswi belajar teori jurnalistik dalam pelajaran bahasa Indonesia. Di sinilah tempat untuk merealisasikan apa yang mereka pelajari itu.” Perekrutan anggota redaksi biasanya dilakukan pada awal tahun ajaran. Pada masa orientasi sekolah, tim Varia akan menawarkan kepada siswa-siswi baru untuk memilih Varia sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler. Namun, itu bukan berarti hanya mencatatkan nama lalu selesai. Kata Agustina, “Kalau ada anggota yang tidak pernah aktif ia akan saya peringatkan atau dianjurkan untuk memilih kegiatan ekskul yang lain.” Sampai sekarang waktu terbit Varia tidak tentu, tergantung kesiapan para awaknya. Namun yang pasti, tiap tahun pasti ada terbitan. Untuk tahun ajaran saat ini, Varia sudah terbit dua kali. Sementara pada tahun ajaran sebelumnya, Varia malah menembus lima kali terbit. “Kalau mereka lagi ada banyak tugas atau menghadapi ujian, ya kami tangguhkan dulu. Toh kita bukan majalah bisnis yang wajib terbit. Kegiatan utama para siswa adalah belajar. Ini hanya sebagai salah satu pilihan untuk mengembangkan bakat,” jelas Agustina. Tentunya, lanjut Agustina, Varia yang sudah terbit sejak 1960-an ini jangan sampai mati.

Mula-mula, Varia adalah media tulis yang dikelola oleh para bruder MTB. Lama-kelamaan, dirasa penting untuk melibatkan para siswa. Karena, lewat Varia siswa-siswi diajak untuk mengasah kemampuan menulisnya sejak dini. Soal kesempatan belajar ini dialami pula oleh Ielfandi Endrian. Meski baru di kelas X, ia sudah diberi tanggung jawab sebagai fotografer. Tiap ada kegiatan sekolah ia bertugas mengabadikan momen-momen itu, entah dengan kamera maupun dengan handphone. Endrian mengaku, kesulitan yang ia hadapi adalah saat harus memotret di acara-acara besar yang banyak dihadiri undangan. “Canggung, Mas. Rasanya kok semua orang kayak ngliatin kita terus,” ujarnya sambil tertawa. Hal senada disampaikan oleh mantan Ketua Redaksi Varia, Dessyana Natalia. Ia mengaku bisa menimba banyak pengalaman soal dunia jurnalistik lewat Varia. Ia juga belajar membagi waktu antara belajar, menyelesaikan tugas-tugas sekolah, dan menyiapkan bahan tulisan untuk terbitan Varia. “Tapi, enak kok gabung sama Varia. Kalau ada acara-acara, bisa ikut pergi ke mana-mana dan masuk gratis. Kan tugas kita meliput,” kata pengagum host ternama Najwa Shihab ini, sembari tertawa. Terus Berbenah Sejauh ini, pembaca Varia adalah siswa-siswi SMA St Paulus, orangtua siwa, dan para alumni. Sekali terbit, Varia menyebar sekitar 500 eksemplar. Di dalamnya memuat kegiatan sekolah, profil para guru, hingga karya komik siswa SMA St Paulus. Bahkan, dalam tiap edisi, tak ketinggalan juga ditampilkan karya siswa di bidang fashion yang banyak digemari para siswa SMA St Paulus. “Mereka sendiri yang saling berbagi. Karya fashion mereka ditulis oleh temannya, dan dibaca lagi oleh mereka semua. Jadi, secara tidak langsung terjadi proses belajar di antara mereka. Kami sebagai guru hanya mengarahkan atau mengoreksi bila ada kekeliruan,” tandas Bruder Vianney.

Ketua Osis SMA Paulus Willy Robertus Leonardo berharap agar Varia terus berkembang. Tentunya, perkembangan itu perlu diimbangi dengan keuletan menulis para pengelola “Tulisan-tulisan memang masih perlu diolah lagi agar lebih matang. Tapi, namanya juga proses belajar, ke depan teman-teman bisa memperbaiki-nya lagi,” kata siswa kelas XI IPS E ini. Apapun hasilnya, Varia hadir sebagai bukti karya siswa-siswi SMA St Paulus yang mencintai jurnalistik. Bibit-bibit menulis sudah tumbuh. Tinggal bagaimana merawatnya agar tetap berkembang dan menghasilkan buah. Stefanus P. Elu - See more at: http://www.hidupkatolik.com/2015/05/04/varia-asah-bakat-menulis-sejak-dini?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook#sthash.MlHR9XCR.dpuf

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/www.tinaborneo.blogspot.com/asah-bakat-menulis-sejak-dini_55487be7af7e615a0f8b456c

Selasa, 22 November 2016

Barang Bekas Bahan Lomba Fashion Road

Ruang multimedia menjadi saksi bisu kerja keras siswa-siswi SMA Santo Paulus yang mengikuti fashion road. Untuk menjadi nomor satu bukanlah hal yang mudah, 30 orang siswa yang telah tergabung dalam tim sukses yakni 10 pasang model dan 10 desainer yang telah dibentuk harus rela berkorban waktu dan tenaga, bahkan modelpun harus merangkap dalam mengerjakan kostum ini. Lima hari sebelum pelaksanaan sudah terlihat gundukan bunga kertas aneka warna dan ukuran dimana-mana, ini dikarenakan tema yang diusung tahun ini adalah BUNGA.

Tim Paulus yang terdiri dari OSIS sangat selektif dalam memilih bahan baku pembuatan kostum, mereka memutuskan untuk menggunakan bahan-bahan bekas sebagai bahan baku. Selain harganya murah dan mudah didapatkan,bahan juga harus ramah lingkungan tentunya mengingat budget yang cukup kecil jadi harus lebih cerdas mengakalinya. Karena tema yang diusung adalah bunga maka diputuskan membagi- bagi kostum menjadi beberapa kategori. Dengan tema bunga berbagai musim dan tak lupa tema yang elegan dan esentrik. Ada yang terbuat dari kertas, koran bekas ada pula yang terbuat dari gelas minuman bekas dan kain. Untuk mendapatkan semua itu tidaklah mudah tim Paulus harus rela menjadi pemulung demi menggumpulkan gelas bekas minuman di kantin, belum lagi harus membersihkannya. Gelas pelastik bekas memang terlihat seperti sampah dimata kita namun ditangan Ivan ( anggota OSIS ) gelas pelastik itu disulap menjadi gaun yang indah yang dipakai dengan sangat apik oleh Givanny dengan balutan warna hijau serta pembawaan givanny yang berani membuat karya itu semakin hidup. Tidak sampai disitu saja, masih ada kendala baru yaitu baju yang terbuat dari kain tidak bisa menggembang. Akhirnya salah satu tim Paulus bernama Ivan mendapat ide yang unik. Ia membuat kerangkeng dari kawat yang menyerupai kerangkeng gaun yang biasa dipakai oleh pengantin dan yang nantinya akan diikatkan pada tubuh model. Dan alhasil usahanya tidak sia-sia kain dapat menggembang dengan sempurna. Banyak dari teman-teman yang menyangka bahwa baju yang berbahan kain itu dipesan. Tapi pada kenyataanya tidak sama sekali, baju itu didesain dan dijahit sendiri. Serasa menjadi penjahit professional dalam sehari ucap salah seorang tim sukses sambil nyengir.

Tim Paulus kali ini memang harus diacungi jempol, mereka tidak ingin kerja setengah-setengah. Dari ujung kepala hingga ujung kaki harus ada dekorasi bunga dan harus sempurna. Mereka memutuskan untuk mencari sepatu bekas yang sudah hampir rusak. Setelah mendapatkannya mereka mendekorasi sepatu tersebut dengan bunga-bunga kertas berbagai warna. Sepatu yang semulanya tampak usang telah disulap menjadi sesuatu yang memiliki nilai seni yang tinggi. Yang paling menarik perhatian adalah sepatu milik Eylen Gowsa, warna bunga mawar yang oranges dan kuning membuat sepatu itu semakin kontras, dan mengundang perhatian siapa saja untuk melihatnya. Selain mendekor sepatu, tata rias model pun sangat diperhatikan. Bukannya tidak mau menerima atau mengambil bantuan dari orang luar. Namun mereka ingin semua karya yang akan ditampilkan nanti adalah karya orisinil 100% kreasi anak Paulus. Dalam hal make up Eylen Gowsa dan Noviana, Cindy rela browsing dan berlatih untuk mendapatkan make up yang cocok untuk setiap tema yang dikenakan pada model. Yang membuat pusing adalah make up bertema Es yang memang cukup sulit untuk dilakukan. Mereka ditantang harus bisa menampilkan kesan membeku pada model. Dan pada akhirnya mereka berhasil mengatasi semua kesulitan itu. Walau kedua model bertema “winter” Andi dan Yanti harus bolak balik WC menghapus riasan yang salah. Saat hari H semakin dekat tim Paulus pun mulai bekerja ekstra. Waktu tinggal menghitung mundur hanya tersisa 2 hari sebelum hari H dan masih ada 6 pasang kostum yang belum rampung. Semua itu membuat tim Paulus pusing bukan main. Belum lagi kostum kertas yang terkadang mengalami sedikit kerusakan serta banyak hal yang tak terduga lainnya. Namun ditengah kebingungan muncul ide-ide unik seperti topi sulap milik pasangan Michail dan Viona yang cukup menarik perhatian. Walau begitu, mereka tetap harus bekerja agar semua kostum bisa selesai tepat pada waktunya. Bayangkan saja pagi mereka harus belajar, pulang sekolah harus segera mengerjakan kostum. Belum lagi mereka harus ketinggalan pelajaran serta harus mengerjakan PR yang sudah menumpuk seperti gunung dan harus membereskan ruang multimedia setiap hari sebelum pulang sekolah, sama sekali tidak ada waktu untuk beristirahat apalagi untuk tidur. Kesulitan mereka bertambah saat pihak sekolah mengatakan bahwa hari ini mereka tidak dapat memakai ruangan multimedia.

Tim sukses tidak putus asa sampai disitu mereka memindahkan semua barang yang ada di multimedia yang tentunya tidak sedikit dengan menggunakan motor ke rumah salah satu tim sukses yaitu Cindy. Semua telah mereka alami dari kehujanan, tidak mandi seharian,memakai seragam sekolah dari pagi hingga larut malam, memulung,makan sepiring bersepuluh,kehilangan barang karena ruangan yang berantakan, seperti orang yang hendak mengungsi, stress akibat tugas yang menumpuk, dikejar-kejar waktu,nginap dan begadang mengerjakan kostum sehari sebelum hari H, dimarahi orang tua dan yang paling ironis semua telah merasakan panasnya terkena lem lilin yang tentunya sukses membuat tangan semua tim sukses melepuh! Tim Paulus benar-benar capek bukan main, mereka sudah lama merindukan sesuatu yaitu tidur! Namun mereka tidak bisa tenang sampai semua selesai di hari H. Bahkan salah satu dari tim sukses tersedak air liur sendiri saat ketiduran yaitu Aristo, dan Clara,Vinnie, dan Sepiatin yang sampai tidak tidur untuk terus membuat bunga kertas. Sephen yang rela bolak balik untuk membeli barang bahkan Cori yang rela jauh-jauh membeli payung di Siantan. Ketakutan dan kekhawatiran pasti ada namun semua itu mereka lawan. Bayangkan saja mereka harus berjalan menggunakan kostum kertas dan saat itu hujan gerimis yang cukup membuat para model panic karena takut kostum mereka robek. Tapi mereka tetap gigih untuk mempersembahkan hadiah terbaik dari SMA Santo Paulus kepada Kota Pontianak yang merayakan hari jadinya yang ke 241. Rasa sakit di kaki dan rasa kantuk yang luar biasa hilang seketika saat mereka tampil. Semua kerja keras yang mereka lakukan kini telah mencapai puncaknya. Dengan bangga mereka menampilkan hasil karya orisinil dari SMA Santo Paulus. Berbagi kebahagiaan dengan semua orang yang saat itu menonton parade. Baju yang mulai sobek karena tetesan air tak mereka hiraukan. Mereka menebar senyum dan bunga kepada setiap orang yang mereka jumpai terutama kepada anak-anak kecil dan orang tua. Mereka cukup mendapat sambutan hangat dari para penonton tak jarang ada orang yang mengajak mereka untuk sekedar berfoto bareng. Setelah acara usai terlihat pundak salah satu model bernama Sepiatin memerah ini disebabkan oleh sayap merak yang harus Ia bawa saat berjalan dan cukup berat. Ditambah lagi kaki para model wanita yang melepuh karena harus memaksakan diri berjalan menggunakan sepatu berhak tinggi dalam rute yang jauh dan cukup lama. Sampai-sampai salah seorang model kami yang mengusung tema bunga musim gugur bernama Susan tidak masuk sekolah karena sakit penyebabnya kakinya sulit untuk berjalan. Semua ini memang suatu pengorbanan yang amat besar. Walaupun seperti itu merupakan momen yang sangat kami rindukan. Keberhasilan ini juga tak lepas dari support yang diberikan oleh teman-teman yang rela menonton hujan-hujanan serta tentunya dukungan dari pihak sekolah. Semua usaha dan kerja keras itulah yang telah membuahkan hasil hingga kami dapat menjadi juara , semua bisa dilakukan asal ada kemauan.Menang atau kalah itu adalah hal yang biasa. Yang terpenting adalah kerjasama dan pertemanan yang erat.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/www.tinaborneo.blogspot.com/barang-bekas-bahan-dasar-lomba-fashion-road_552b95f86ea83463298b4569
Ruang multimedia menjadi saksi bisu kerja keras siswa-siswi SMA Santo Paulus yang mengikuti fashion road. Untuk menjadi nomor satu bukanlah hal yang mudah, 30 orang siswa yang telah tergabung dalam tim sukses yakni 10 pasang model dan 10 desainer yang telah dibentuk harus rela berkorban waktu dan tenaga, bahkan modelpun harus merangkap dalam mengerjakan kostum ini. Lima hari sebelum pelaksanaan sudah terlihat gundukan bunga kertas aneka warna dan ukuran dimana-mana, ini dikarenakan tema yang diusung tahun ini adalah BUNGA. Tim Paulus yang terdiri dari OSIS sangat selektif dalam memilih bahan baku pembuatan kostum, mereka memutuskan untuk menggunakan bahan-bahan bekas sebagai bahan baku. Selain harganya murah dan mudah didapatkan,bahan juga harus ramah lingkungan tentunya mengingat budget yang cukup kecil jadi harus lebih cerdas mengakalinya. Karena tema yang diusung adalah bunga maka diputuskan membagi- bagi kostum menjadi beberapa kategori. Dengan tema bunga berbagai musim dan tak lupa tema yang elegan dan esentrik. Ada yang terbuat dari kertas, koran bekas ada pula yang terbuat dari gelas minuman bekas dan kain. Untuk mendapatkan semua itu tidaklah mudah tim Paulus harus rela menjadi pemulung demi menggumpulkan gelas bekas minuman di kantin, belum lagi harus membersihkannya. Gelas pelastik bekas memang terlihat seperti sampah dimata kita namun ditangan Ivan ( anggota OSIS ) gelas pelastik itu disulap menjadi gaun yang indah yang dipakai dengan sangat apik oleh Givanny dengan balutan warna hijau serta pembawaan givanny yang berani membuat karya itu semakin hidup. Tidak sampai disitu saja, masih ada kendala baru yaitu baju yang terbuat dari kain tidak bisa menggembang. Akhirnya salah satu tim Paulus bernama Ivan mendapat ide yang unik. Ia membuat kerangkeng dari kawat yang menyerupai kerangkeng gaun yang biasa dipakai oleh pengantin dan yang nantinya akan diikatkan pada tubuh model. Dan alhasil usahanya tidak sia-sia kain dapat menggembang dengan sempurna. Banyak dari teman-teman yang menyangka bahwa baju yang berbahan kain itu dipesan. Tapi pada kenyataanya tidak sama sekali, baju itu didesain dan dijahit sendiri. Serasa menjadi penjahit professional dalam sehari ucap salah seorang tim sukses sambil nyengir. Tim Paulus kali ini memang harus diacungi jempol, mereka tidak ingin kerja setengah-setengah. Dari ujung kepala hingga ujung kaki harus ada dekorasi bunga dan harus sempurna. Mereka memutuskan untuk mencari sepatu bekas yang sudah hampir rusak. Setelah mendapatkannya mereka mendekorasi sepatu tersebut dengan bunga-bunga kertas berbagai warna. Sepatu yang semulanya tampak usang telah disulap menjadi sesuatu yang memiliki nilai seni yang tinggi. Yang paling menarik perhatian adalah sepatu milik Eylen Gowsa, warna bunga mawar yang oranges dan kuning membuat sepatu itu semakin kontras, dan mengundang perhatian siapa saja untuk melihatnya. Selain mendekor sepatu, tata rias model pun sangat diperhatikan. Bukannya tidak mau menerima atau mengambil bantuan dari orang luar. Namun mereka ingin semua karya yang akan ditampilkan nanti adalah karya orisinil 100% kreasi anak Paulus. Dalam hal make up Eylen Gowsa dan Noviana, Cindy rela browsing dan berlatih untuk mendapatkan make up yang cocok untuk setiap tema yang dikenakan pada model. Yang membuat pusing adalah make up bertema Es yang memang cukup sulit untuk dilakukan. Mereka ditantang harus bisa menampilkan kesan membeku pada model. Dan pada akhirnya mereka berhasil mengatasi semua kesulitan itu. Walau kedua model bertema “winter” Andi dan Yanti harus bolak balik WC menghapus riasan yang salah. Saat hari H semakin dekat tim Paulus pun mulai bekerja ekstra. Waktu tinggal menghitung mundur hanya tersisa 2 hari sebelum hari H dan masih ada 6 pasang kostum yang belum rampung. Semua itu membuat tim Paulus pusing bukan main. Belum lagi kostum kertas yang terkadang mengalami sedikit kerusakan serta banyak hal yang tak terduga lainnya. Namun ditengah kebingungan muncul ide-ide unik seperti topi sulap milik pasangan Michail dan Viona yang cukup menarik perhatian. Walau begitu, mereka tetap harus bekerja agar semua kostum bisa selesai tepat pada waktunya. Bayangkan saja pagi mereka harus belajar, pulang sekolah harus segera mengerjakan kostum. Belum lagi mereka harus ketinggalan pelajaran serta harus mengerjakan PR yang sudah menumpuk seperti gunung dan harus membereskan ruang multimedia setiap hari sebelum pulang sekolah, sama sekali tidak ada waktu untuk beristirahat apalagi untuk tidur. Kesulitan mereka bertambah saat pihak sekolah mengatakan bahwa hari ini mereka tidak dapat memakai ruangan multimedia. Tim sukses tidak putus asa sampai disitu mereka memindahkan semua barang yang ada di multimedia yang tentunya tidak sedikit dengan menggunakan motor ke rumah salah satu tim sukses yaitu Cindy. Semua telah mereka alami dari kehujanan, tidak mandi seharian,memakai seragam sekolah dari pagi hingga larut malam, memulung,makan sepiring bersepuluh,kehilangan barang karena ruangan yang berantakan, seperti orang yang hendak mengungsi, stress akibat tugas yang menumpuk, dikejar-kejar waktu,nginap dan begadang mengerjakan kostum sehari sebelum hari H, dimarahi orang tua dan yang paling ironis semua telah merasakan panasnya terkena lem lilin yang tentunya sukses membuat tangan semua tim sukses melepuh! Tim Paulus benar-benar capek bukan main, mereka sudah lama merindukan sesuatu yaitu tidur! Namun mereka tidak bisa tenang sampai semua selesai di hari H. Bahkan salah satu dari tim sukses tersedak air liur sendiri saat ketiduran yaitu Aristo, dan Clara,Vinnie, dan Sepiatin yang sampai tidak tidur untuk terus membuat bunga kertas. Sephen yang rela bolak balik untuk membeli barang bahkan Cori yang rela jauh-jauh membeli payung di Siantan. Ketakutan dan kekhawatiran pasti ada namun semua itu mereka lawan. Bayangkan saja mereka harus berjalan menggunakan kostum kertas dan saat itu hujan gerimis yang cukup membuat para model panic karena takut kostum mereka robek. Tapi mereka tetap gigih untuk mempersembahkan hadiah terbaik dari SMA Santo Paulus kepada Kota Pontianak yang merayakan hari jadinya yang ke 241. Rasa sakit di kaki dan rasa kantuk yang luar biasa hilang seketika saat mereka tampil. Semua kerja keras yang mereka lakukan kini telah mencapai puncaknya. Dengan bangga mereka menampilkan hasil karya orisinil dari SMA Santo Paulus. Berbagi kebahagiaan dengan semua orang yang saat itu menonton parade. Baju yang mulai sobek karena tetesan air tak mereka hiraukan. Mereka menebar senyum dan bunga kepada setiap orang yang mereka jumpai terutama kepada anak-anak kecil dan orang tua. Mereka cukup mendapat sambutan hangat dari para penonton tak jarang ada orang yang mengajak mereka untuk sekedar berfoto bareng. Setelah acara usai terlihat pundak salah satu model bernama Sepiatin memerah ini disebabkan oleh sayap merak yang harus Ia bawa saat berjalan dan cukup berat. Ditambah lagi kaki para model wanita yang melepuh karena harus memaksakan diri berjalan menggunakan sepatu berhak tinggi dalam rute yang jauh dan cukup lama. Sampai-sampai salah seorang model kami yang mengusung tema bunga musim gugur bernama Susan tidak masuk sekolah karena sakit penyebabnya kakinya sulit untuk berjalan. Semua ini memang suatu pengorbanan yang amat besar. Walaupun seperti itu merupakan momen yang sangat kami rindukan. Keberhasilan ini juga tak lepas dari support yang diberikan oleh teman-teman yang rela menonton hujan-hujanan serta tentunya dukungan dari pihak sekolah. Semua usaha dan kerja keras itulah yang telah membuahkan hasil hingga kami dapat menjadi juara , semua bisa dilakukan asal ada kemauan.Menang atau kalah itu adalah hal yang biasa. Yang terpenting adalah kerjasama dan pertemanan yang erat.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/www.tinaborneo.blogspot.com/barang-bekas-bahan-dasar-lomba-fashion-road_552b95f86ea83463298b4569
Ruang multimedia menjadi saksi bisu kerja keras siswa-siswi SMA Santo Paulus yang mengikuti fashion road. Untuk menjadi nomor satu bukanlah hal yang mudah, 30 orang siswa yang telah tergabung dalam tim sukses yakni 10 pasang model dan 10 desainer yang telah dibentuk harus rela berkorban waktu dan tenaga, bahkan modelpun harus merangkap dalam mengerjakan kostum ini. Lima hari sebelum pelaksanaan sudah terlihat gundukan bunga kertas aneka warna dan ukuran dimana-mana, ini dikarenakan tema yang diusung tahun ini adalah BUNGA. Tim Paulus yang terdiri dari OSIS sangat selektif dalam memilih bahan baku pembuatan kostum, mereka memutuskan untuk menggunakan bahan-bahan bekas sebagai bahan baku. Selain harganya murah dan mudah didapatkan,bahan juga harus ramah lingkungan tentunya mengingat budget yang cukup kecil jadi harus lebih cerdas mengakalinya. Karena tema yang diusung adalah bunga maka diputuskan membagi- bagi kostum menjadi beberapa kategori. Dengan tema bunga berbagai musim dan tak lupa tema yang elegan dan esentrik. Ada yang terbuat dari kertas, koran bekas ada pula yang terbuat dari gelas minuman bekas dan kain. Untuk mendapatkan semua itu tidaklah mudah tim Paulus harus rela menjadi pemulung demi menggumpulkan gelas bekas minuman di kantin, belum lagi harus membersihkannya. Gelas pelastik bekas memang terlihat seperti sampah dimata kita namun ditangan Ivan ( anggota OSIS ) gelas pelastik itu disulap menjadi gaun yang indah yang dipakai dengan sangat apik oleh Givanny dengan balutan warna hijau serta pembawaan givanny yang berani membuat karya itu semakin hidup. Tidak sampai disitu saja, masih ada kendala baru yaitu baju yang terbuat dari kain tidak bisa menggembang. Akhirnya salah satu tim Paulus bernama Ivan mendapat ide yang unik. Ia membuat kerangkeng dari kawat yang menyerupai kerangkeng gaun yang biasa dipakai oleh pengantin dan yang nantinya akan diikatkan pada tubuh model. Dan alhasil usahanya tidak sia-sia kain dapat menggembang dengan sempurna. Banyak dari teman-teman yang menyangka bahwa baju yang berbahan kain itu dipesan. Tapi pada kenyataanya tidak sama sekali, baju itu didesain dan dijahit sendiri. Serasa menjadi penjahit professional dalam sehari ucap salah seorang tim sukses sambil nyengir. Tim Paulus kali ini memang harus diacungi jempol, mereka tidak ingin kerja setengah-setengah. Dari ujung kepala hingga ujung kaki harus ada dekorasi bunga dan harus sempurna. Mereka memutuskan untuk mencari sepatu bekas yang sudah hampir rusak. Setelah mendapatkannya mereka mendekorasi sepatu tersebut dengan bunga-bunga kertas berbagai warna. Sepatu yang semulanya tampak usang telah disulap menjadi sesuatu yang memiliki nilai seni yang tinggi. Yang paling menarik perhatian adalah sepatu milik Eylen Gowsa, warna bunga mawar yang oranges dan kuning membuat sepatu itu semakin kontras, dan mengundang perhatian siapa saja untuk melihatnya. Selain mendekor sepatu, tata rias model pun sangat diperhatikan. Bukannya tidak mau menerima atau mengambil bantuan dari orang luar. Namun mereka ingin semua karya yang akan ditampilkan nanti adalah karya orisinil 100% kreasi anak Paulus. Dalam hal make up Eylen Gowsa dan Noviana, Cindy rela browsing dan berlatih untuk mendapatkan make up yang cocok untuk setiap tema yang dikenakan pada model. Yang membuat pusing adalah make up bertema Es yang memang cukup sulit untuk dilakukan. Mereka ditantang harus bisa menampilkan kesan membeku pada model. Dan pada akhirnya mereka berhasil mengatasi semua kesulitan itu. Walau kedua model bertema “winter” Andi dan Yanti harus bolak balik WC menghapus riasan yang salah. Saat hari H semakin dekat tim Paulus pun mulai bekerja ekstra. Waktu tinggal menghitung mundur hanya tersisa 2 hari sebelum hari H dan masih ada 6 pasang kostum yang belum rampung. Semua itu membuat tim Paulus pusing bukan main. Belum lagi kostum kertas yang terkadang mengalami sedikit kerusakan serta banyak hal yang tak terduga lainnya. Namun ditengah kebingungan muncul ide-ide unik seperti topi sulap milik pasangan Michail dan Viona yang cukup menarik perhatian. Walau begitu, mereka tetap harus bekerja agar semua kostum bisa selesai tepat pada waktunya. Bayangkan saja pagi mereka harus belajar, pulang sekolah harus segera mengerjakan kostum. Belum lagi mereka harus ketinggalan pelajaran serta harus mengerjakan PR yang sudah menumpuk seperti gunung dan harus membereskan ruang multimedia setiap hari sebelum pulang sekolah, sama sekali tidak ada waktu untuk beristirahat apalagi untuk tidur. Kesulitan mereka bertambah saat pihak sekolah mengatakan bahwa hari ini mereka tidak dapat memakai ruangan multimedia. Tim sukses tidak putus asa sampai disitu mereka memindahkan semua barang yang ada di multimedia yang tentunya tidak sedikit dengan menggunakan motor ke rumah salah satu tim sukses yaitu Cindy. Semua telah mereka alami dari kehujanan, tidak mandi seharian,memakai seragam sekolah dari pagi hingga larut malam, memulung,makan sepiring bersepuluh,kehilangan barang karena ruangan yang berantakan, seperti orang yang hendak mengungsi, stress akibat tugas yang menumpuk, dikejar-kejar waktu,nginap dan begadang mengerjakan kostum sehari sebelum hari H, dimarahi orang tua dan yang paling ironis semua telah merasakan panasnya terkena lem lilin yang tentunya sukses membuat tangan semua tim sukses melepuh! Tim Paulus benar-benar capek bukan main, mereka sudah lama merindukan sesuatu yaitu tidur! Namun mereka tidak bisa tenang sampai semua selesai di hari H. Bahkan salah satu dari tim sukses tersedak air liur sendiri saat ketiduran yaitu Aristo, dan Clara,Vinnie, dan Sepiatin yang sampai tidak tidur untuk terus membuat bunga kertas. Sephen yang rela bolak balik untuk membeli barang bahkan Cori yang rela jauh-jauh membeli payung di Siantan. Ketakutan dan kekhawatiran pasti ada namun semua itu mereka lawan. Bayangkan saja mereka harus berjalan menggunakan kostum kertas dan saat itu hujan gerimis yang cukup membuat para model panic karena takut kostum mereka robek. Tapi mereka tetap gigih untuk mempersembahkan hadiah terbaik dari SMA Santo Paulus kepada Kota Pontianak yang merayakan hari jadinya yang ke 241. Rasa sakit di kaki dan rasa kantuk yang luar biasa hilang seketika saat mereka tampil. Semua kerja keras yang mereka lakukan kini telah mencapai puncaknya. Dengan bangga mereka menampilkan hasil karya orisinil dari SMA Santo Paulus. Berbagi kebahagiaan dengan semua orang yang saat itu menonton parade. Baju yang mulai sobek karena tetesan air tak mereka hiraukan. Mereka menebar senyum dan bunga kepada setiap orang yang mereka jumpai terutama kepada anak-anak kecil dan orang tua. Mereka cukup mendapat sambutan hangat dari para penonton tak jarang ada orang yang mengajak mereka untuk sekedar berfoto bareng. Setelah acara usai terlihat pundak salah satu model bernama Sepiatin memerah ini disebabkan oleh sayap merak yang harus Ia bawa saat berjalan dan cukup berat. Ditambah lagi kaki para model wanita yang melepuh karena harus memaksakan diri berjalan menggunakan sepatu berhak tinggi dalam rute yang jauh dan cukup lama. Sampai-sampai salah seorang model kami yang mengusung tema bunga musim gugur bernama Susan tidak masuk sekolah karena sakit penyebabnya kakinya sulit untuk berjalan. Semua ini memang suatu pengorbanan yang amat besar. Walaupun seperti itu merupakan momen yang sangat kami rindukan. Keberhasilan ini juga tak lepas dari support yang diberikan oleh teman-teman yang rela menonton hujan-hujanan serta tentunya dukungan dari pihak sekolah. Semua usaha dan kerja keras itulah yang telah membuahkan hasil hingga kami dapat menjadi juara , semua bisa dilakukan asal ada kemauan.Menang atau kalah itu adalah hal yang biasa. Yang terpenting adalah kerjasama dan pertemanan yang erat.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/www.tinaborneo.blogspot.com/barang-bekas-bahan-dasar-lomba-fashion-road_552b95f86ea83463298b4569
Ruang multimedia menjadi saksi bisu kerja keras siswa-siswi SMA Santo Paulus yang mengikuti fashion road. Untuk menjadi nomor satu bukanlah hal yang mudah, 30 orang siswa yang telah tergabung dalam tim sukses yakni 10 pasang model dan 10 desainer yang telah dibentuk harus rela berkorban waktu dan tenaga, bahkan modelpun harus merangkap dalam mengerjakan kostum ini. Lima hari sebelum pelaksanaan sudah terlihat gundukan bunga kertas aneka warna dan ukuran dimana-mana, ini dikarenakan tema yang diusung tahun ini adalah BUNGA. Tim Paulus yang terdiri dari OSIS sangat selektif dalam memilih bahan baku pembuatan kostum, mereka memutuskan untuk menggunakan bahan-bahan bekas sebagai bahan baku. Selain harganya murah dan mudah didapatkan,bahan juga harus ramah lingkungan tentunya mengingat budget yang cukup kecil jadi harus lebih cerdas mengakalinya. Karena tema yang diusung adalah bunga maka diputuskan membagi- bagi kostum menjadi beberapa kategori. Dengan tema bunga berbagai musim dan tak lupa tema yang elegan dan esentrik. Ada yang terbuat dari kertas, koran bekas ada pula yang terbuat dari gelas minuman bekas dan kain. Untuk mendapatkan semua itu tidaklah mudah tim Paulus harus rela menjadi pemulung demi menggumpulkan gelas bekas minuman di kantin, belum lagi harus membersihkannya. Gelas pelastik bekas memang terlihat seperti sampah dimata kita namun ditangan Ivan ( anggota OSIS ) gelas pelastik itu disulap menjadi gaun yang indah yang dipakai dengan sangat apik oleh Givanny dengan balutan warna hijau serta pembawaan givanny yang berani membuat karya itu semakin hidup. Tidak sampai disitu saja, masih ada kendala baru yaitu baju yang terbuat dari kain tidak bisa menggembang. Akhirnya salah satu tim Paulus bernama Ivan mendapat ide yang unik. Ia membuat kerangkeng dari kawat yang menyerupai kerangkeng gaun yang biasa dipakai oleh pengantin dan yang nantinya akan diikatkan pada tubuh model. Dan alhasil usahanya tidak sia-sia kain dapat menggembang dengan sempurna. Banyak dari teman-teman yang menyangka bahwa baju yang berbahan kain itu dipesan. Tapi pada kenyataanya tidak sama sekali, baju itu didesain dan dijahit sendiri. Serasa menjadi penjahit professional dalam sehari ucap salah seorang tim sukses sambil nyengir. Tim Paulus kali ini memang harus diacungi jempol, mereka tidak ingin kerja setengah-setengah. Dari ujung kepala hingga ujung kaki harus ada dekorasi bunga dan harus sempurna. Mereka memutuskan untuk mencari sepatu bekas yang sudah hampir rusak. Setelah mendapatkannya mereka mendekorasi sepatu tersebut dengan bunga-bunga kertas berbagai warna. Sepatu yang semulanya tampak usang telah disulap menjadi sesuatu yang memiliki nilai seni yang tinggi. Yang paling menarik perhatian adalah sepatu milik Eylen Gowsa, warna bunga mawar yang oranges dan kuning membuat sepatu itu semakin kontras, dan mengundang perhatian siapa saja untuk melihatnya. Selain mendekor sepatu, tata rias model pun sangat diperhatikan. Bukannya tidak mau menerima atau mengambil bantuan dari orang luar. Namun mereka ingin semua karya yang akan ditampilkan nanti adalah karya orisinil 100% kreasi anak Paulus. Dalam hal make up Eylen Gowsa dan Noviana, Cindy rela browsing dan berlatih untuk mendapatkan make up yang cocok untuk setiap tema yang dikenakan pada model. Yang membuat pusing adalah make up bertema Es yang memang cukup sulit untuk dilakukan. Mereka ditantang harus bisa menampilkan kesan membeku pada model. Dan pada akhirnya mereka berhasil mengatasi semua kesulitan itu. Walau kedua model bertema “winter” Andi dan Yanti harus bolak balik WC menghapus riasan yang salah. Saat hari H semakin dekat tim Paulus pun mulai bekerja ekstra. Waktu tinggal menghitung mundur hanya tersisa 2 hari sebelum hari H dan masih ada 6 pasang kostum yang belum rampung. Semua itu membuat tim Paulus pusing bukan main. Belum lagi kostum kertas yang terkadang mengalami sedikit kerusakan serta banyak hal yang tak terduga lainnya. Namun ditengah kebingungan muncul ide-ide unik seperti topi sulap milik pasangan Michail dan Viona yang cukup menarik perhatian. Walau begitu, mereka tetap harus bekerja agar semua kostum bisa selesai tepat pada waktunya. Bayangkan saja pagi mereka harus belajar, pulang sekolah harus segera mengerjakan kostum. Belum lagi mereka harus ketinggalan pelajaran serta harus mengerjakan PR yang sudah menumpuk seperti gunung dan harus membereskan ruang multimedia setiap hari sebelum pulang sekolah, sama sekali tidak ada waktu untuk beristirahat apalagi untuk tidur. Kesulitan mereka bertambah saat pihak sekolah mengatakan bahwa hari ini mereka tidak dapat memakai ruangan multimedia. Tim sukses tidak putus asa sampai disitu mereka memindahkan semua barang yang ada di multimedia yang tentunya tidak sedikit dengan menggunakan motor ke rumah salah satu tim sukses yaitu Cindy. Semua telah mereka alami dari kehujanan, tidak mandi seharian,memakai seragam sekolah dari pagi hingga larut malam, memulung,makan sepiring bersepuluh,kehilangan barang karena ruangan yang berantakan, seperti orang yang hendak mengungsi, stress akibat tugas yang menumpuk, dikejar-kejar waktu,nginap dan begadang mengerjakan kostum sehari sebelum hari H, dimarahi orang tua dan yang paling ironis semua telah merasakan panasnya terkena lem lilin yang tentunya sukses membuat tangan semua tim sukses melepuh! Tim Paulus benar-benar capek bukan main, mereka sudah lama merindukan sesuatu yaitu tidur! Namun mereka tidak bisa tenang sampai semua selesai di hari H. Bahkan salah satu dari tim sukses tersedak air liur sendiri saat ketiduran yaitu Aristo, dan Clara,Vinnie, dan Sepiatin yang sampai tidak tidur untuk terus membuat bunga kertas. Sephen yang rela bolak balik untuk membeli barang bahkan Cori yang rela jauh-jauh membeli payung di Siantan. Ketakutan dan kekhawatiran pasti ada namun semua itu mereka lawan. Bayangkan saja mereka harus berjalan menggunakan kostum kertas dan saat itu hujan gerimis yang cukup membuat para model panic karena takut kostum mereka robek. Tapi mereka tetap gigih untuk mempersembahkan hadiah terbaik dari SMA Santo Paulus kepada Kota Pontianak yang merayakan hari jadinya yang ke 241. Rasa sakit di kaki dan rasa kantuk yang luar biasa hilang seketika saat mereka tampil. Semua kerja keras yang mereka lakukan kini telah mencapai puncaknya. Dengan bangga mereka menampilkan hasil karya orisinil dari SMA Santo Paulus. Berbagi kebahagiaan dengan semua orang yang saat itu menonton parade. Baju yang mulai sobek karena tetesan air tak mereka hiraukan. Mereka menebar senyum dan bunga kepada setiap orang yang mereka jumpai terutama kepada anak-anak kecil dan orang tua. Mereka cukup mendapat sambutan hangat dari para penonton tak jarang ada orang yang mengajak mereka untuk sekedar berfoto bareng. Setelah acara usai terlihat pundak salah satu model bernama Sepiatin memerah ini disebabkan oleh sayap merak yang harus Ia bawa saat berjalan dan cukup berat. Ditambah lagi kaki para model wanita yang melepuh karena harus memaksakan diri berjalan menggunakan sepatu berhak tinggi dalam rute yang jauh dan cukup lama. Sampai-sampai salah seorang model kami yang mengusung tema bunga musim gugur bernama Susan tidak masuk sekolah karena sakit penyebabnya kakinya sulit untuk berjalan. Semua ini memang suatu pengorbanan yang amat besar. Walaupun seperti itu merupakan momen yang sangat kami rindukan. Keberhasilan ini juga tak lepas dari support yang diberikan oleh teman-teman yang rela menonton hujan-hujanan serta tentunya dukungan dari pihak sekolah. Semua usaha dan kerja keras itulah yang telah membuahkan hasil hingga kami dapat menjadi juara , semua bisa dilakukan asal ada kemauan.Menang atau kalah itu adalah hal yang biasa. Yang terpenting adalah kerjasama dan pertemanan yang erat.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/www.tinaborneo.blogspot.com/barang-bekas-bahan-dasar-lomba-fashion-road_552b95f86ea83463298b4569

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More